ENTRIQ|Lab
Try ENTRIQ
BasicsLAYER 1

Cara Menghitung Satu Trade|win rate dan laba-rugi berubah

Cara Anda membatasi satu trade akan mengubah bagaimana win rate dan laba-rugi terlihat. Artikel ini merangkum cara menghitung entry bertahap dan exit beberapa kali, lewat dua pendekatan: penghitungan „per posisi" dan penghitungan „per strategi".

Saat mencoba mencatat atau mengevaluasi trading, hal yang sering membuat kita berhenti sejenak adalah pertanyaan „ini satu trade atau dua trade?". Anda membeli secara bertahap, di tengah jalan menutup separuh posisi untuk take profit, lalu menutup seluruh posisi dan langsung masuk lagi — di mana batas untuk menghitung semua ini sebagai satu trade?

Kesimpulannya lebih dulu: tidak ada satu jawaban benar untuk „satu trade itu dari sini sampai sini". Ada dua pendekatan utama dalam menentukan batasnya, dan mana yang dipakai tergantung pada tujuan dan gaya Anda. Artikel ini merangkum kedua pendekatan itu, sekaligus cara membatasi trade yang paling mudah dipakai untuk pencatatan dan evaluasi.

Kenapa cara menghitung „satu trade" membingungkan

Karena trading yang sebenarnya sering kali tidak berjalan seperti di buku teks: „beli sekali, jual sekali, selesai". Contohnya:

  • Membeli 100 lembar saham tidak sekaligus, melainkan entry bertahap 60 lembar lalu 40 lembar
  • Saat masih memegang posisi, hanya menutup separuh untuk take profit, sisanya ditutup belakangan (exit sebagian)
  • Melihat harga naik lalu menambah posisi searah (piramiding) / harga turun lalu menambah posisi (averaging down)
  • Setelah menutup posisi sekali, langsung masuk lagi mengincar pergerakan yang sama

Kalau sudah begini, jumlah eksekusi (setiap kali transaksi terjadi) tidak lagi cocok dengan „satu trade" versi perasaan Anda. Meski eksekusinya lima kali, dalam benak Anda bisa jadi terasa „tadi itu satu kali trend following". Selisih antara „jumlah eksekusi" dan „jumlah trade" inilah sumber kebingungan itu.

Bedakan dulu|order, eksekusi, dan trade

Sebelum mengurai kebingungannya, mari bedakan dulu istilah-istilah yang mirip. Kalau ini tercampur, cara menghitungnya pun ikut kacau.

  • Order: tindakan „mengirim perintah" jual atau beli. Termasuk tahap saat transaksi belum terjadi.
  • Eksekusi (fill): saat order „benar-benar terjadi sebagai transaksi". Satu kali eksekusi = satu kali transaksi terpenuhi.
  • Trade: beberapa eksekusi yang dihitung sebagai „satu kesatuan" untuk keperluan pencatatan dan evaluasi.

Kalau digambarkan, hubungannya seperti berikut:

Order (mengirim perintah) ↓ jika terpenuhi Eksekusi (terjadi satu per satu) … contoh: beli 60 lembar / beli 40 lembar / jual 50 lembar / jual 50 lembar = 4 eksekusi ↓ jika disatukan Trade (unit pencatatan) … contoh: keempat eksekusi di atas disatukan menjadi 1 trade

„Satu trade" yang dimaksud dalam artikel ini adalah yang paling bawah: unit yang kita satukan untuk keperluan pencatatan dan evaluasi. Nah, inti bahasannya: ada dua cara berpikir dalam „menyatukan" itu.

Dua cara menghitung satu trade

Dalam menentukan batasnya, ada dua pendekatan besar.

① Penghitungan „per posisi" (dari entry pertama sampai posisi nol)

Definisi: untuk suatu saham, menghitung satu trade dari saat Anda mulai memegang posisi sampai posisi itu kembali nol. Meski ada entry bertahap maupun exit sebagian, satu trade dianggap selesai „pada saat posisi saham itu kembali nol".

Karakter: mekanis dan mudah dipahami. Sebagian besar tool pencatatan maupun riwayat dari broker juga memakai pendekatan ini sebagai dasar. Karena eksekusi bisa ditelusuri lewat naik-turunnya posisi, pembatasannya jadi otomatis sehingga cocok untuk rekapitulasi.

② Penghitungan „per strategi" (sampai satu pandangan pasar/metode tuntas)

Definisi: menghitung satu trade dari saat „satu strategi (pola) dimulai sampai selesai". Misalnya serangkaian transaksi untuk mengambil tren naik, meski di tengah jalan posisi sempat nol sekali, tetap diperlakukan sebagai „satu trade trend following yang sama".

Karakter: cocok untuk Anda yang ingin mengevaluasi hasil berdasarkan metode sendiri. Kalau Anda ingin menilai „apakah pola trend following ini berfungsi", membaginya berdasarkan kesatuan strategi — bukan naik-turunnya posisi — lebih sesuai dengan kenyataan.

Mana yang benar

Keduanya benar, dan dipakai sesuai tujuan.

  • Ingin merekap hasil secara mekanis dan objektif → penghitungan per posisi lebih mudah dipakai
  • Ingin mengevaluasi bagus-tidaknya tiap metode (pola) → penghitungan per strategi lebih sesuai kenyataan

Misalnya, Anda melakukan trend following secara swing, di sebuah pullback sempat take profit seluruh posisi, lalu masuk lagi mengincar kenaikan yang sama. Dengan penghitungan per posisi berarti „dua trade", dengan penghitungan per strategi berarti „satu trade (satu kali trend following)". Kedua cara menghitung ini sama-sama tidak salah — jawaban praktisnya adalah memilih berdasarkan apa yang ingin Anda evaluasi.

Ada juga pola sebaliknya. Pada saham yang sama, pagi hari Anda trading dengan buy melawan arus jangka pendek, lalu setelahnya memegangnya kembali dengan trend following jangka panjang — walau periode kepemilikannya bersambung, strateginya sama sekali berbeda. Dalam kasus ini, meski posisinya tersambung, wajar bila diperlakukan sebagai trade yang berbeda. Sudut pandang „saham sama tapi strategi beda berarti trade yang berbeda" akan meningkatkan ketelitian evaluasi Anda.

Untuk pencatatan dan evaluasi, tentukan dulu cara membatasinya

Yang penting bukan menetapkan satu jawaban benar, melainkan menjaga agar kriteria pembatasan Anda konsisten. Kalau kriterianya berubah-ubah, makna dari win rate dan laba-rugi yang Anda rekap pun jadi ikut goyah.

Banyak tool pencatatan pertama-tama akan membaginya secara otomatis per posisi. Di atas itu, kalau Anda ingin mengevaluasi berdasarkan metode sendiri, akan praktis bila beberapa trade bisa disatukan dan diperlakukan sebagai satu strategi. Saat memilih tool, memeriksa „apakah cara membatasi ini bisa saya atur sendiri" akan memudahkan evaluasi Anda nantinya.

Misalnya, pada tool latihan dan pencatatan seperti ENTRIQ, awal dan akhir sebuah trade bisa Anda tentukan lewat operasi Anda sendiri. Anda bisa membatasinya dengan satu entry dan satu exit, atau menyatukan serangkaian transaksi selama sebuah tren berlanjut menjadi satu trade — sesuai dengan horizon waktu strategi yang ingin Anda uji. Kalau Anda lalu memberi Strategy Tags (label pola) untuk evaluasi, hasil per metode pun ikut terlihat. Dengan memahami cara berpikir soal pembatasan ini, tool semacam itu bisa Anda pakai lebih sesuai maksud Anda.

Perlu dicatat, „satu trade" yang dimaksud di sini semata-mata unit untuk pencatatan dan evaluasi Anda sendiri. Ini berbeda maknanya dari jumlah eksekusi di riwayat broker maupun jumlah transaksi untuk keperluan pajak. Jumlah transaksi yang dihitung oleh broker atau otoritas pajak Anda mengikuti kriteria yang mereka tetapkan, jadi perlakukan itu sebagai hal yang terpisah dari „satu trade" dalam artikel ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

T. Kalau saya entry secara bertahap, dihitung berapa trade? Umumnya, entry bertahap dianggap sebagai „proses membentuk satu posisi", dan dihitung sebagai satu trade sampai posisi itu kembali nol (penghitungan per posisi). Dengan cara ini, tool atau broker akan otomatis menghitung harga rata-rata pembelian (rata-rata biaya dari beberapa kali pembelian yang diratakan), sehingga pencatatan laba-rugi jadi lebih ringan. Kalau Anda masuk dengan pandangan pasar yang berbeda-beda, bisa saja dianggap sebagai trade yang berbeda, tetapi sebaiknya tetapkan dulu kriteria Anda sendiri.

T. Kalau saya sudah take profit lalu masuk lagi, itu satu trade atau dua trade? Tergantung cara menghitungnya. Dengan penghitungan per posisi, karena posisi sempat nol sekali, berarti dua trade. Dengan penghitungan per strategi, kalau itu rangkaian dari metode dan pandangan pasar yang sama, bisa disatukan menjadi satu trade. Tidak ada yang benar atau salah — pilih sesuai tujuan evaluasi Anda.

T. Apakah jumlah eksekusi sama dengan jumlah trade? Tidak, keduanya tidak sama. Jumlah eksekusi adalah berapa kali transaksi benar-benar terjadi. Sementara jumlah trade berubah tergantung dengan unit apa Anda menyatukan eksekusi tersebut. Meski Anda mengulang entry bertahap dan exit sebagian, dengan penghitungan per posisi semuanya bisa dihitung sebagai satu trade.

T. Cara menghitung mana yang cocok untuk pemula? Sebaiknya mulai dengan menyeragamkan pada penghitungan per posisi yang mudah dipahami (dari entry pertama sampai posisi nol). Setelah terbiasa dan mulai ingin „melihat hasil per metode", memasukkan cara berpikir penghitungan per strategi akan memperdalam evaluasi Anda.

Kesimpulan

Tidak ada satu jawaban benar untuk „satu trade itu dari mana sampai mana". Dua cara menghitung yang umum adalah penghitungan per posisi (dari entry pertama sampai posisi kembali nol) dan penghitungan per strategi (sampai satu metode atau pandangan pasar tuntas).

Mana pun boleh dipakai; yang penting menjaga kriteria Anda tetap konsisten. Kalau ingin merekap secara mekanis, penghitungan per posisi lebih cocok; kalau ingin mengevaluasi per metode, penghitungan per strategi lebih pas. Saat mulai mencatat dan mengevaluasi, tentukan dulu Anda akan menghitung dengan cara yang mana, supaya makna angka yang Anda rekap tidak jadi goyah.

Begitu Anda mulai bisa menyadari cara membatasi trade, langkah berikutnya adalah benar-benar mencatat dan mengevaluasinya. Membaca Cara Mencatat Trading|evaluasi dengan Strategy Tags sekaligus akan membantu Anda melihat cara memanfaatkan trade yang sudah dibatasi untuk evaluasi.

Untuk cara membatasi secara konkret di ENTRIQ (dari „Mulai" sampai „Selesai"), penjelasannya ada di Satu Trade di ENTRIQ|catat backtesting Mulai sampai Selesai.


※Layanan ini bukan usaha jasa penasihat investasi. Informasi yang disediakan adalah informasi rujukan yang berdasarkan data masa lalu. Keputusan investasi merupakan tanggung jawab Anda sendiri. ーーーendーーー

Reproduce this validation yourself

With ENTRIQ's chart replay, you can trade through past charts using the same rules.

Start 14-day free trial

Validate your method on past charts

The same validation in this article can be reproduced with your own method. On past charts, do the classics really work?

  • ✓ Replay past charts
  • ✓ AI feedback on your trades
  • ✓ Validate methods with statistics

Related reading

BasicsLAYER 1

Latihan Trading yang Konsisten|Kebiasaan 15 Menit Sehari

Backtesting sering dianggap butuh waktu luang yang panjang. Berikut kiat dan alur agar trader yang juga bekerja bisa membiasakannya mulai 15 menit sehari.

BasicsLAYER 1

Win rate saja tidak cukup|risk-reward dan nilai harapan

Dengan win rate 80% pun, hasil keseluruhan bisa tetap rugi. Pelajari mengapa win rate saja bisa menyesatkan, serta dua sudut pandang: rasio risk-reward dan nilai harapan.

BasicsLAYER 1

Backtesting dan akun demo|Perbedaan dan kapan menggunakannya

Backtesting dan trading akun demo sama-sama memakai dana virtual, tetapi pasar dan keterampilan yang dilatih berbeda. Simak perbedaan dan penggunaannya.

BasicsLAYER 1

Apa itu backtesting|pendekatan sistematis dan diskresioner

Penjelasan arti backtesting, perbedaan pendekatan sistematis (otomatis) dan diskresioner (manual), tujuan masing-masing, serta pilihan yang tepat untuk memulai.

Try in ENTRIQ

Reproduce this validation with your own method

Replay past charts and discover your method's actual win rate.

Start 14-day free trial