8 metode trading|temukan gaya Anda lewat backtesting
Delapan metode trading umum – breakout, beli saat pullback, buy melawan arus, dan lainnya – disusun netral: fokus tiap metode, contoh aturan strategi, dan cara menemukan gaya Anda lewat backtesting.
Begitu mulai trading, Anda pertama-tama berbenturan dengan pertanyaan: "dengan metode apa saya bertarung?". Mau menulis Strategy Tags atau aturan strategi pun, kalau tidak tahu tipe apa saja yang ada, memang tidak bisa dituangkan ke dalam kata-kata.
Artikel ini adalah titik awalnya: sebuah "peta metode". Kami menyusun delapan metode trading umum senetral mungkin. Untuk masing-masing kami sertakan fokusnya – tipe itu memperhatikan apa saat memutuskan – dan contoh cara menuliskannya ke kolom aturan strategi di ENTRIQ.
Yang penting lebih dulu: di antara metode-metode yang diperkenalkan di sini tidak ada peringkat "lebih unggul" atau "dengan ini pasti menang". Tipe mana yang cocok untuk Anda berbeda-beda tergantung orang dan tergantung pasar. Karena itu, tujuan artikel ini bukan menghafal metode, melainkan menempatkan Anda di ambang: benar-benar mencoba tipe yang menarik minat Anda lewat backtesting dan memverifikasinya sebagai data milik sendiri. Cara backtesting tiap metode secara rinci dibahas di artikel tersendiri untuk masing-masing metode.
Cara memakai artikel ini
Metode trading tak terhitung banyaknya, tetapi bila disusun ke dalam "tipe" besar, pemula pun lebih mudah menangkap gambaran keseluruhannya. Berikut kita tinjau delapan tipe umum satu per satu.
Untuk tiap metode disertakan dua hal:
- Fokus: tipe itu "melihat" ke mana saat memutuskan
- Contoh isian aturan strategi: cara menuangkannya ke kolom "aturan strategi" pada Strategy Tags di ENTRIQ
Kolom aturan strategi adalah tempat Anda mengunci metode Anda dalam satu kalimat. Kalau aturan tetap kabur, keputusan goyah setiap kali trading; jadi mulailah dengan menjadikan contoh sebagai acuan dan menulis ulang dengan kata-kata Anda sendiri.
Delapan tipe yang disebut di sini pun tidak saling meniadakan. Dalam praktik, beberapa tipe dikombinasikan – misalnya "beli saat pullback" yang berbasis "moving average". Pahami dulu satu per satu, lalu lewat backtesting Anda menemukan kombinasi Anda sendiri.
Di akhir tiap judul metode juga kami sertakan tautan ke artikel tersendiri yang memperdalamnya. Kalau ada tipe yang menarik minat Anda, langsung lanjut ke artikel terkait.
1. Mengikuti tren (trend following)
Fokus: tipe yang menumpang "tren" saat pasar bergerak ke satu arah. Dalam tren naik Anda beli, dalam tren turun Anda jual – Anda masuk searah dengan aliran, tanpa melawan pergerakan. Ide dasarnya: selama tren berlanjut biarkan profit berjalan, dan keluar saat aliran berbalik. Ada tidaknya tren biasanya dinilai dari apakah puncak dan lembah makin tinggi (atau makin rendah).
Mengikuti tren adalah ide yang menjadi fondasi banyak metode; breakout dan beli saat pullback yang dibahas kemudian pun, dalam arti luas, bisa digolongkan sebagai salah satu bentuk mengikuti tren.
Contoh isian aturan strategi:
Hanya saham yang puncak maupun lembahnya sama-sama makin tinggi. Beli saat puncak terkini ditembus. Keluar saat lembah terkini ditembus ke bawah. Tidak ada entry baru pada fase yang berlawanan arah.
▶ Perdalam tipe ini: Menguasai trend following lewat backtesting
2. Breakout
Fokus: tipe yang mengincar percepatan pergerakan pada saat menembus range (bolak-balik dalam rentang tertentu) atau "level" seperti puncak atau lembah masa lalu. Bila garis yang menahan harga dari atas ditembus ke atas, Anda beli; bila garis yang menopang dari bawah ditembus ke bawah, Anda jual – Anda masuk searah breakout.
Kadang momentum langsung muncul tepat setelah breakout, kadang terjadi breakout palsu, yang seolah menembus lalu langsung kembali. Cara menangani breakout palsu (menunggu candle breakout menutup, memeriksa volume, dan sebagainya) mudah menjadi titik uji tipe ini dalam backtesting.
Contoh isian aturan strategi:
Beli saat puncak 20 candle terakhir ditembus berdasarkan harga penutupan. Entry hanya setelah candle breakout menutup. Stop loss saat level breakout ditembus ke bawah berdasarkan harga penutupan.
▶ Perdalam tipe ini: Trading breakout – mengenali breakout palsu lewat backtesting
3. Beli saat pullback / jual saat rebound
Fokus: tipe yang mempertahankan arah tren dan mengincar titik saat gerakan berlawanan sementara (pullback atau rebound) mereda. Dalam tren naik, beli pada penurunan sementara (pullback); dalam tren turun, jual pada kenaikan sementara (rebound). Tipe ini lahir dari keinginan menumpang tren sambil menghindari beli di puncak dan jual di dasar.
"Sampai sejauh mana gerakan berlawanan masih terhitung pullback?" dan "bagaimana membedakannya dari pembalikan tren?" adalah titik penentu penilaian. Ini tipe yang sering dikombinasikan dengan ukuran kedalaman pullback, seperti moving average atau Fibonacci.
Contoh isian aturan strategi:
Dalam tren naik, beli saat harga pullback hingga sekitar separuh kenaikan terakhir. Lewati bila trendline ditembus dengan jelas.
▶ Perdalam tipe ini: Beli saat pullback / jual saat rebound lewat backtesting
4. Moving average
Fokus: tipe yang menjadikan moving average (garis yang menghubungkan rata-rata harga penutupan periode tertentu) sebagai acuan keputusan. Apakah harga di atas atau di bawah moving average, arah garis, urutan beberapa garis (posisi relatif garis pendek dan panjang) – dari sini dibaca arah dan kekuatan tren.
Keserbagunaannya terletak pada kemungkinan memakai titik saat harga mendekati moving average lalu memantul sebagai pullback atau rebound, atau memakai momen saat garis pendek dan panjang bersilangan (golden cross, death cross) sebagai level.
Contoh isian aturan strategi:
Layak beli hanya saat harga berada di atas moving average 50 hari. Entry saat harga turun hingga moving average dan rebound terkonfirmasi. Keluar saat harga penutupan menembus moving average ke bawah.
▶ Perdalam tipe ini: Moving average – arah, persilangan, rebound lewat backtesting
5. Buy melawan arus (reversal)
Fokus: tipe yang mengincar pembalikan setelah harga bergerak terlalu jauh. Bila mengikuti tren "menumpang pergerakan", buy melawan arus bertaruh bahwa "pergerakan berbalik". Ia mengincar penurunan setelah lonjakan tajam, pantulan setelah kejatuhan tajam, dan masuk ke arah berlawanan pada fase overbought atau oversold.
Karena tipe ini melawan tren, jika pembalikan tak terjadi dan harga terus berjalan, kerugian mudah membengkak; karena itu ini tipe yang menetapkan kriteria stop loss dengan jelas dianggap sangat penting. Sering dikombinasikan dengan indikator yang mengukur "overbought/oversold", seperti RSI.
Contoh isian aturan strategi:
Saham yang jatuh tajam dalam waktu singkat dan mencapai patokan oversold. Beli hanya setelah tanda-tanda rebound terkonfirmasi. Stop loss seketika bila lembah terkini ditembus ke bawah.
▶ Perdalam tipe ini: Buy melawan arus – incar pembalikan setelah pergerakan berlebih lewat backtesting
6. Range (sideways)
Fokus: tipe yang pada "pasar range", di mana harga bolak-balik di antara batas atas dan batas bawah yang tetap, menjual di batas atas dan membeli di batas bawah untuk mengambil gerak bolak-baliknya. Tipe yang dirancang agar berfungsi saat tidak ada tren dan pasar tanpa arah.
Titik pentingnya adalah cara menarik batas atas dan bawah range serta cara mundur saat range ditembus (breakout). Metode range dan metode breakout ibarat dua sisi mata uang, dan dibedakan menurut apakah Anda "memperkirakan range berlanjut atau ditembus".
Contoh isian aturan strategi:
Hanya pasar range yang batas atas dan bawahnya jelas dan terkonfirmasi beberapa kali. Beli di sekitar batas bawah, ambil profit di sekitar batas atas. Mundur bila batas bawah ditembus berdasarkan harga penutupan.
▶ Perdalam tipe ini: Metode range – menentukan batas atas dan bawah, lewat backtesting
7. Support / resistance
Fokus: tipe yang mengamati reaksi harga di zona harga tempat di masa lalu berulang kali terjadi pantulan atau penolakan (support = garis penopang di bawah, resistance = garis penahan di atas). Berlandaskan gagasan bahwa di zona harga horizontal yang diperhatikan banyak trader, saat harga mendekat mudah terjadi pantulan atau penolakan.
Selain penggunaan "memantul di support, jadi beli; tertolak di resistance, jadi jual", ada juga penggunaan yang memperlakukan tembusnya support atau resistance sebagai breakout. Zona harga mana yang dianggap garis yang efektif (berapa kali bereaksi, dari kapan lembah atau puncaknya) adalah titik penentu.
Contoh isian aturan strategi:
Saat harga mendekati zona harga yang di masa lalu memantul dua kali atau lebih, beli setelah pantulan terkonfirmasi. Stop loss bila zona harga itu ditembus ke bawah berdasarkan harga penutupan.
▶ Perdalam tipe ini: Support / resistance – menarik garis dan menguji lewat backtesting
8. Pola grafik (chart pattern)
Fokus: tipe yang menjadikan "bentuk" tertentu yang digambar candle sebagai bahan keputusan. Anda mencari bentuk yang konon berulang kali muncul di masa lalu – double top/double bottom, triangle, head and shoulders – lalu masuk ke arah yang disiratkan bentuk itu.
Titik pentingnya adalah cara mendefinisikan syarat suatu pola dinilai "sempurna terbentuk" (misalnya neckline ditembus). Karena bentuk mudah tampak subjektif, ini juga tipe yang sangat berharga untuk diperiksa lewat backtesting: "seberapa konsisten saya sendiri mengenali pola itu".
Contoh isian aturan strategi:
Beli saat double bottom terbentuk dan neckline ditembus ke atas berdasarkan harga penutupan. Stop loss bila lembah terkini ditembus ke bawah. Lewati bila bentuknya rusak.
▶ Perdalam tipe ini: Pola grafik – membaca pola utama dan menguji lewat backtesting
Metode lebih untuk «dicoba» daripada «dihafal»
Kita sudah meninjau delapan tipe – dan di sini kembali ke pembicaraan awal. Di antara metode-metode ini tidak ada peringkat, dan mana yang cocok untuk Anda baru diketahui setelah dicoba.
Meski Anda membaca di buku atau internet "metode ini menang", belum tentu ia cocok dengan karakter, ritme hidup, dan saham yang Anda pantau. Beli saat pullback jangka panjang mungkin tidak cocok bagi orang yang tak sabaran, dan buy melawan arus jangka pendek mungkin sulit bagi yang tak bisa terus menempel di layar. Kecocokan sebuah metode dengan Anda baru terlihat setelah Anda benar-benar turun tangan.
Di situlah backtesting berguna. Metode yang menarik minat Anda diterapkan pada chart masa lalu dengan Chart Replay, lalu Anda coba "dengan tipe ini, bagaimana saya memutuskan?" berkali-kali, tanpa risiko kerugian nyata. Kemudian hasilnya dicatat dengan Strategy Tags dan dievaluasi dengan AI Analysis. Dengan memutar alur ini, "dengan tipe mana saya cocok" terlihat bukan sebagai perasaan, melainkan sebagai data.
Cara backtesting tiap metode secara konkret dibahas rinci di artikel tersendiri yang disebut di atas. Jadikan dulu artikel ini sebagai peta di tangan, dan cobalah tipe satu per satu, mulai dari yang menarik minat Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)
T. Pemula sebaiknya mulai dari metode yang mana? J. Tidak bisa dipukul rata. Metode mana yang cocok berbeda tiap orang; jadi tinjau sekilas delapan tipe di artikel ini dan coba dulu lewat backtesting tipe yang membuat Anda merasa "ini sepertinya bisa saya nilai". Dengan benar-benar mencobanya, kecocokan dengan Anda pun terlihat.
T. Bolehkah menggabungkan beberapa metode? J. Boleh. Dalam praktik, umumnya beberapa tipe digabung, seperti beli saat pullback yang berbasis moving average. Pahami dulu satu per satu, lalu temukan kombinasi Anda sendiri lewat backtesting.
T. Bagaimana menjadikan sebuah metode milik saya sendiri? J. Dasarnya adalah mencobanya berulang lewat backtesting, mencatat hasilnya, dan mengevaluasi. Dengan menguji metode yang menarik minat Anda berkali-kali memakai Chart Replay dan mencatatnya dengan Strategy Tags, Anda mengumpulkan bahan pertimbangan untuk menilai apakah metode itu cocok.
T. Apa yang harus ditulis di kolom aturan strategi? J. Tulis dalam satu kalimat "dengan syarat apa Anda masuk dan di mana Anda keluar". Tiap metode di artikel ini memuat contoh; jadikan acuan lalu tulis ulang dengan kata-kata Anda sendiri.
T. Apakah ada juga metode yang tidak dimuat di sini? J. Tentu ada. Metode trading tak terhitung banyaknya, dan artikel ini menyusun tipe-tipe yang umum. Tangkap dulu gambaran keseluruhan dengan delapan ini, dan setelah terbiasa, perdalam tipe yang cocok untuk Anda.
Kesimpulan
Kami telah menyusun delapan metode trading umum. Mengikuti tren, breakout, beli saat pullback / jual saat rebound, moving average, buy melawan arus, range, support / resistance, pola grafik – semuanya tidak saling meniadakan, melainkan dipakai secara dikombinasikan.
Yang penting bukan memberi peringkat pada metode dan mencari yang "benar", melainkan benar-benar mencoba tipe yang menarik minat Anda lewat backtesting dan memverifikasi kecocokannya dengan Anda melalui data. Jadikan artikel ini sebagai peta, dan mulailah backtesting dari satu tipe lebih dulu.
ENTRIQ adalah tool latihan dan pengujian (backtesting) saham untuk trader individu yang mengintegrasikan Chart Replay, pencatatan trading, dan AI Analysis. Metode yang menarik minat Anda bisa dicoba pada chart masa lalu, dicatat dengan Strategy Tags, hingga dievaluasi—semuanya di satu tempat.
※Layanan ini bukan usaha jasa penasihat investasi. Metode yang diperkenalkan dalam artikel ini adalah penyusunan netral atas pola-pola yang umum dikenal, dan tidak menjamin efektivitas maupun keuntungan dari metode tertentu. Informasi yang disediakan adalah informasi rujukan. Keputusan investasi merupakan tanggung jawab Anda sendiri.
Reproduce this validation yourself
With ENTRIQ's chart replay, you can trade through past charts using the same rules.
Start 14-day free trialValidate your method on past charts
The same validation in this article can be reproduced with your own method. On past charts, do the classics really work?
- ✓ Replay past charts
- ✓ AI feedback on your trades
- ✓ Validate methods with statistics